Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

VIRAL VEDIO AROGAN DIDUGA LURAH DI KOTA PRABUMULIH


VIRAL VEDIO AROGAN DIDUGA LURAH DI KOTA PRABUMULIH

PRABUMULIH|KABARPATROLI -- Baru-baru ini masyarakat Prabumulih dihebohkan dengan viral nya video diduga seorang Lurah yang dianggap arogan terhadap masyarakat di kota Prabumulih, 29/05/23.


Dalam video berdurasi 1.08 menit terlihat Lurah tersebut bertengkar mulut dengan seseorang ibu-ibu yang merupakan warga di kelurahan yang dipimpin lurah tersebut.


Untuk memastikan kebenaran video tersebut Awak media melakukan investigasi dan mewawancarai orang-orang yang ada di video yang sempat viral di medsos.


Saat dibincangi awak media,  Lurah Kelurahan Anak Petai Tohirin S.Pd,  menceritakan kronologis kejadian selengkapnya.


Menurut Tohirin, hal itu dipicu saat beliau bersama tim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan pendataan salah satu rumah warga yang terkena dampak debu dari pekerjaan PT. GRACE TECHNIC


Ketika DLH meminta konfirmasi ke  PT Grace, tiba tiba kata beliau ibu tersebut datang padahal tidak kami undang sehingga memecahkan konsentrasi rapat kami dengan pihak perusahaan.


"Saat kami sedang mendata warga yang terkena dampak dari operasional PT Grace, tiba-tiba seorang ibu muncul dan ikut nimbrung dalam pertemuan itu," kata Tohirin.


Atas kejadian itu Tohirin merasa menyesal dan menyampaikan ucapan maaf atas sikapnya yang kurang simpatik dan dianggap arogan.


"Saya merasa menyesal karena tidak bisa menahan emosi dan bersikap kurang sopan terhadap orang tua," tuturnya.


Tohirin juga mengatakan bahwa dirinya sudah mencoba mendatangi rumah ibu tersebut pagi ini tapi beliau tidak ada di rumah, untuk silaturahmi dan meminta maaf, tutupnya.


Ditempat terpisah Ibu Siti Yayuk yang ada di video tersebut mengatakan  beliau datang ke lokasi tersebut hanya untuk menyampaikan aspirasinya kepada Lurah, tetapi malah mendapat perlakuan yang kurang menyenangkan.


"Saya datang kesana untuk menyampaikan aspirasi saya kepada pak Lurah. Tetapi bukan diberikan solusi, malah sebaliknya saya dibentak dan dimarahin di hadapan orang ramai, malu saya ini pak sudah tua dimarahi di depan orang banyak, sampai nangis saya pak," ujar Ibu Siti menceritakan kejadiannya kepada awak media.


Siti juga mengatakan seharusnya pak lurah dapat mengayomi dan menjadi pengayom bagi kami ini warganyo bukan arogan mak itu tambahnya lagi.


Senada dengan Siti, Dartin wanita yang juga ada di video tersebut mengatakan aku mengajak ibu siti ke lokasi tersebut hanya untuk menyampaikan bahwa dirinya merasa tidak terkena dampak dari operasional perusahaan PT Grace.


 "Aku ngajak bu Siti tu nak ngomong dengan pak lurah bahwa kami idak ado merasa ado dampak dari Perusahaan tersebut karena Perusahaan tersebut sudah setahun lebih beroperasi disini ngapo baru sekarang dipermasalahkan masalah debu dan lain-lain ado apo bingung jugo aku," ucap Dartin.


Masih kata Dartin bahwa dirinya tidak berpihak kemana-mana hanya menyampaiakan keadaan yang sebenarnya.


"Aku jugo tidak berpihak kemano mano baik pemerintah maupun perusahaan aku ngomong apo adonyo," katanya menegaskan.


Masih kata Dartin, dirinya menyayangkan kenapa setiap ada aksi selalu mengatasnamakan warga RT 03 RW 02.


"Yang kami sesalkan setiap ado aksi di tempat ini selalu mengatasnamakan warga RT.03 RW.02 kel Anak petai, tapi kami dak pernah diundang dan dak tau apo jugo hasil nyo dari kegiatan aksi tersebut, padahal aku ini pemilik lahan jugo di ring 1 perusahaan," tandas Dartin.


Camat Kecamatan Prabumulih Utara Jeri Saputra SE M.Si,  saat dimintai keterangan masalah tersebut mengatakan kepada awak media beliau sudah mendatangi lurah anak petai untuk menanyakan perihal permasalahan video viral tersebut dan lurah sudah memberikan saya penjelasan.


"Mungkin dalam waktu dekat ini saya akan memanggil kedua belah pihak untuk diadakan mediasi agar masalah ini dapat selesai dengan baik,"  terang Camat didampingi Sekcam dan Kasi Trantib Kecamatan. (Ril)