Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Diduga Sampah Dapur SPPG Desa Tanjung Kemala Dibuang ke Sungai Mangga Desa Gunung Raja Lubai

Muara Enim Lubai | Kabarpatroli - Pagi itu masyarakat didesa Gunung Raja Kecamatan Lubai Kabupaten Muara Enim, terkejut saat mencium bau tidak sedap yang menyengat, berbeda dari biasanya saat mendekati aliran sungai mangga jerambah II desa mereka.
 
Matanya terbelalak. Di bawah jembatan aliran sungai mangga terlihat tumpukan sampah yang diduga berasal dari dapur (SPPG) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. Fasilitas ini merupakan unit pelayanan yang dibentuk oleh pemerintah di bawah Badan Gizi Nasional untuk mengelola dan mendistribusikan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). SPPG tersebut diduga berada di Desa Tanjung Kemala, Plastik bekas dan sisa makanan juga beberapa kantong sampah terlihat terseret air dan tertahan di pinggiran sungai mangga desa gunung raja.
 
Menurut warga, sudah beberapa hari sampah tersebut menimbulkan bau yang terasa menyengat, sehingga hal tersebutlah membuat kabar menyebar cepat ke warga kedua desa.
 
Kepala Desa Gunung Raja Muhlis saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut "Kami sedang menurunkan tim untuk mengecek kebenaran informasi ini. Jika terbukti ada pembuangan liar, kami akan menindak tegas pihak yang bertanggung jawab dan segera membersihkan lokasi," tegasnya. Senin (15 Juni 2026).

Sementara itu, warga khawatir kondisi ini akan mencemari air sungai mangga, Mereka berharap penyelesaian dilakukan dengan cepat agar lingkungan tetap terjaga dan tidak menimbulkan masalah kesehatan bagi warga.

Saat hal ini dikonfirmasikan juga kepada Askolani selaku kepala desa Tanjung Kemala Kecamatan Lubai Kabupaten Muara Enim, menerangkan bahwa dirinya belum mendapatkan laporan resmi terkait permasalahan tersebut," terangnya. Senin (15 Juni 2026)
 
Adapun masyarakat khususnya di wilayah kedua desa berharap agar kiranya petugas dari dinas lingkungan hidup kabupaten Muara Enim untuk segera turun guna melakukan pengecekan awal untuk mengambil sampel air serta sampah guna penelitian lebih lanjut. Masyarakat berharap agar kiranya kasus ini menjadi perhatian bersama agar tidak terulang lagi di masa mendatang.

Redaksi