Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Diduga Ada Pungutan Portal Tak Sesuai Perdes, Sopir Truk Keluhkan Jalan Desa Kota Baru Lubai

MUARA ENIM, KABAR PATROLI – Sejumlah sopir truk mengeluhkan adanya pungutan biaya portal di Desa Kota Baru Kecamatan Lubai Induk Kabupaten Muara Enim yang dinilai tidak sesuai dengan Peraturan Desa (Perdes) yang telah ditetapkan. Pasalnya, dalam Perdes disebutkan biaya portal ditetapkan sebesar Rp.50 ribu per truk, namun di lapangan sopir truk justru diminta membayar hingga Rp. 200 ribu per truk.

Selain besarnya pungutan, para pengguna jalan juga mengeluhkan kondisi jalan desa yang kondisinya sekarang mulai memprihatinkan diduga minim perawatan, selain ada beberapa titik jalan yang mulai rusak bahkan di kiri kanan jalan banyak ditumbuhi kayu dan semak sehingga mengganggu aktivitas kendaraan yang lewat. 

“Biaya portal mahal, tapi jalan tidak dirawat. Jalan makin sempit, kayu sudah tumbuh di badan jalan,” keluh salah satu sopir truk yang enggan disebutkan namanya.

Untuk mendapatkan klarifikasi, wartawan langsung mengkonfirmasi Kepala Desa Kota Baru, Amri Anansyah ST, melalui sambungan telepon WhatsApp pada Rabu malam (28/1/26) Pukul 19.37 Wib. 

Namun, saat dikonfirmasikan terkait permasalahan tersebut, Kades Amri Ananysah terdengar gugup dan tidak dapat memberikan keterangan secara rinci terkait pungutan portal yang dipersoalkan.

Ia hanya menjelaskan bahwa permasalahan portal tersebut agar langsung dikonfirmasi ke pihak Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Kalau soal portal, langsung saja ke BUMDes,” singkatnya, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak BUMDes terkait dasar penetapan tarif portal jalan desa Kota Baru, maupun penggunaan dana pungutan portal selama beberapa tahun ini yang menjadi keluhan warga dan sopir truk.

Warga dan pengguna jalan berharap adanya transparansi pengelolaan portal serta perhatian serius dari pemerintah desa agar kondisi jalan produksi dapat segera diperbaiki demi kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat.

Guna melengkapi pemberitaan ini wartawan akan berusaha untuk dapat mengkonfirmasi pihak BUMDes Kota Baru Lubai, agar permasalahan diatas menjadi terang benderang. 

Penulis: Chairo RA