Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

129 Korban Meninggal Akibat Kericuhan Suporter Arema Fc vs Persebaya

kabaRpatroli

Akibat Kericuhan Suporter AREMA FC vs PERSEBAYA, Sebabkan 129 Korban Meninggal 2 Diantaranya Anggota Polisi

MALANG, KABARPATROLI - Kericuhan yang terjadi antara suporter Arema FC vs Persebaya menelan 127 korban meninggal dunia dan sekarang bertambah menjadi 129 Korban yang meninggal dunia.

https://youtu.be/jffLB6znEyo

Kericuhan tersebut terjadi setelah pertandingan antara Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu malam (1/10/2022). 

Pada laga itu Arema FC kalah 2-3 dari tim tamu.

Berdasarkan update pada pukul 04.00 WIB, kericuhan juga menelan 180 korban luka-luka.

Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta mengatakan dari 127 orang meninggal, 125 diantaranya merupakan suporter Arema FC sementara 2 lainmya polisi.

Pertandingan hari Sabtu berlangsung dari 20.00-22.00 dalam prosesnya kemenangan Persebaya 3:2. Selama pertandingan tidak terjadi masalah semuanya selesai. Permasalah terjadi setelah selesai pertandungan karena kekecewaan " kata Irjen Nico, pada Minggu (2/10) pagi.

Nico mengatakan, kericuhan dipicu karena kekecewaan suporter Arema FC yang melihat tim kesayangannya kalah.

"Para penonton turun ke tengah lapangan untuk berusaha melampiaskan," pungkas Kapolda Jawa Timur.

Sementara itu, seperti diberitakan sebelumnya Federasi sepak bola Indonesia, PSSI, melalui operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB) juga sudah mengambil sikap untuk menghentikan semantara kompetisi Liga I 2022/2023 selama sepekan.

"Keputusan tersebut kami umumkan setelah kami mendapatkan arahan dari Ketua Umum PSSI. Ini kami lakukan untuk menghormati semuanya dan sambil menunggu proses investigasi dari PSSI," ujar Akhmad dalam keterangan tertulisnya, Minggu (2/10/2022).

Akhmad juga menyampaikan duka cita terhadap keluarga korban peristiwa kericuhan di Stadion Kanjuruhan.

Hingga minggu 2 Oktober 2022 siang dikabarkan korban meninggal akibat peristiwa diatas bertambah menjadi 129 orang meninggal dunia.


Redaksi