• Jelajahi

    Copyright © Kabarpatroli.id - Media Berita Online Terpercaya
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Produksi Madu Tak Memenuhi Syarat, Seorang Pria Digrebek Ditreskrimsus Polda Sulteng Saat Berada di Rumah Kos

    riyanhero
    Selasa, 12 Januari 2021, 12:33:00 PM WIB Last Updated 2021-01-12T05:33:50Z
    Gambar: Konfrensi Pers Kombes Pol. Afrizal (11/1/21)
    KABARPATROLI.ID, PALU - Subdit I Indag Ditreskrimsus Polda Sulteng melakukan penggerebekan di sebuah rumah Kos di Jalan Anoa II Kelurahan Tatura Selatan Kecamatan Palu Selatan Kota Palu, pada Rabu (30/Desember/2020).
    Diketahui, dalam penggerebekan tersebut, Polisi berhasil mengamankan sebanyak 753 botol madu hasil industri rumah tangga milik MR (62).

    “Dalam usahanya MR yang tinggal di Jalan Anoa II Palu tersebut memperdagangkan madunya di toko obat, apotik dan swalayan di Kota Palu dengan mengatakan bahwa madunya mempunyai legalitas dan diproduksi di Makasar, serta melabeli madu produksinya dengan menyebut Madu tawon lebah alam, Madu alam lebah hutan dan Madu lengkeng lebah madu,” jelas Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol. Didik Supranoto didampingi Dirreskrimsus Kombes Pol. Afrizal dihadapan awak media di Palu, pada pelaksanaan Konfrensi Pers, Senin (11/Januari/2021).

    Dalam hal ini, Mantan Wadir reskrimum Polda Sulteng itu juga menyebut dari toko obat, apotik dan swalayan di Kota Palu turut diamankan madu hasil produksi MR sebanyak 664 botol, karena diketahui hasil produksi madu MR ini berdasarkan hasil uji laboratorium Balai Penelitian Obat dan Makanan (POM) Kota Palu didapat parameter PK HMF hasilnya 889.71 mg/kg yang seharusnya syarat maksimal 50 mg/kg, sehingga disimpulkan tidak memenuhi syarat.
    “Bersama barang bukti madu sebanyak 1.417 botol turut, diamankan juga barang-barang lain seperti bahan campuran pembuatan madu dan perlengkapan mengolah madu lainnya,” lanjut Didik.

    Akibat perbuatannya, MR yang setidaknya telah melakukan tiga perbuatan pidana yaitu tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam label, etika, keterangan, iklan, atau promosi penjualan barang, kedua tidak memiliki ijin usaha pangan olahan dan ketiga tidak memiliki ijin edar sebagai pelaku usaha pangan itu dijerat  undang undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman 5 tahun dan denda Rp 2 Milyar, serta undang undang tentang pangan sebagaimana di rubah dalam undang undang nomor 11 tahun 2020 tentang cipta kerja.

    Laporan: (hms/eko prasetyo)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    KRIMINAL

    +