• Jelajahi

    Copyright © KABARPATROLI.ID - Media Berita Online Terpercaya
    Best Viral Premium Blogger Templates

    IRT Dilahat Disiram Pakai Air Cuka Para

    Riyan Hero
    Kamis, 11 Juni 2020, 12:16:00 PM WIB Last Updated 2020-06-11T05:16:01Z
    LAHAT,KABARPATROLI.ID - Telah terjadi dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh seorang yang diduga  berinisial T diduga disiram menggunakan cairan  cuka para terhadap korban seorang ibu rumah tangga berinisial LH, hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

    Korban LH sempat dirawat di RS DKT Lahat selama 4 hari hingga kemudian dirujuk ke RSMH Palembang selama 9 hari hingga akhirnya korban menghembuskan nafas terakhirnya pada hari Minggu 7 Juni 2020.

    Saat dikonfirmasi, Lufi Falantino, selaku suami korban menceritakan kejadian bermula ketika hari Selasa 26 Mei 2020 istrinya LH ingin menanyakan keuntungan investasi yang telah dia tanamkan tepat 1 bulan kepada saudari T, yang mana sesuai kesepakatan ditanamkan oleh saudari T di TBS sawit kikim dan akan menerima keuntungan setiap bulan nya. Tepat dibulan pertama LH mendatangi saudari T di rumahnya di Kelurahan Pagar Agung.

    "Istri saya waktu itu pamit untuk ke kediaman terduga pelaku untuk menanyakan keuntungan investasi. Saya sempat menelpon  untuk menyuruhnya pulang karena anak saya menangis pada saat itu.

    Istri saya masih sempat menjawab tlp saya, dan mengatakan ya sebentar lagi akan pulang. Selang beberapa menit Tidak lama kemudian terjadilah kejadian penyiraman cuka para terhadap istri saya," ungkap Lufi Falantino saat disambangi di kediamannya. Rabu (10/06/2020).

    Lufi Falantino, berharap atas kejadian ini proses hukum tegak dengan seadil-adilnya dan transparan.

    "Saya selaku suami mewakili keluarga besar, berharap agar proses hukum berjalan dengan adil dan berjalan secara transparan. Tidak memandang siapa pun pelakunya, hukuman harus ditegakkan dengan ketentuan yang ada," harapnya.

    Ditambahkan pula oleh adik korban yang sedari awal mendamping selama korban dirawat di Rumah Sakit, Ulfa Daniati, menceritakan bahwa sebelumnya kondisi LH sempat membaik.

    "Mbak saya (LH) sudah sempat bisa bicara dan ngobrol dengan saya. Tetapi yang paling tinggi traumanya karena kondisi kedua matanya buta. Dia selalu ingat kedua anaknya, tentang bagaimana membesarkannya.

    Dia juga berpesan agar tidak dekat-dekat dengan keluarga pelaku, karena mereka orang jahat. Saya berharap agar hukum berjalan tidak pandang bulu. HAM di Indonesia harus ditegakkan agar Mbak saya bisa tenang di sana," ucapnya sembari terisak.

    Ditambahkan pula oleh Kuasa Hukum dari keluarga korban, Herman Hamzah, S.H, agar pihak berwajib memproses kasus ini secara profesional. Dirinya juga menegaskan akan mengawal kasus ini hingga tuntas.

    "Atas kejadian ini kami tetap mengedepankan Azas Praduga Tak Bersalah. Biarkan pihak Kepolisian Polres Lahat bekerja secara Profesional, transparan dan tanpa ada bentuk intervensi dari pihak oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, sesuai dengan bukti-bukti petunjuk, maupun saksi-saksi.

    Kami sebagai Kuasa Hukum berharap agar proses penyelidikan dan penyidikan berjalan sesuai dengan Peraturan Kapolri No. 14 Tahun 2012 Tentang Manajemen Penyidikan Tindak Pidana. Dan kami akan terus mengawal permasalahan ini hingga di Tingkat Penuntutan, diperiksa, dan diadili di persidangan terbuka untuk umum supaya terdapat kebenaran materiil dan tercapai suatu keadilan  dalam Penegakkan Hukum atau Law Enforcement," tegas Herman Hamzah.

    LH meninggalkan suami dan dua orang anak laki-laki yang masih kecil. Berumur 7 tahun dan 3 tahun." Tuturnya

    Laporan : Bambang MD
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    KRIMINAL

    +