• Jelajahi

    Copyright © KABARPATROLI.ID - Media Berita Online Terpercaya
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Masih Ada Kurang Lebih 9,91 Juta Jiwa Penduduk Indonesia Dalam Garis Kemiskinan Ekstrem

    Riyan Hero
    Rabu, 04 Maret 2020, 9:28:00 PM WIB Last Updated 2020-03-27T16:16:53Z
    Photo By Akun FB Presiden Jokowidodo

    Angka kemiskinan pada September 2019 lalu sebesar 9,22 persen. Ini memang capaian yang sangat baik mengingat pada 2015, masih berada di kisaran 11,22 persen.

    Namun, penurunan angka kemiskinan menjadi satu digit itu bukan berarti pekerjaan pemerintah berakhir. Masih ada 24,7 juta jiwa yang harus dientaskan dari kemiskinan.

    BACA JUGA :
    DEKLARASI IWO PRABUMULIH DI CAFE KOPPI. "KANDARIAN" TERPILIH SEBAGAI KETUA IWO PERTAMA DI KOTA PRABUMULIH.


    Berdasarkan standar garis kemiskinan internasional Bank Dunia, dari jumlah itu, penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan (kemiskinan ekstrem) masih ada kurang lebih 9,91 juta jiwa atau sekitar 3,371 persen dari penduduk Indonesia.



    Lapisan masyarakat itulah yang akan fokus disasar pemerintah dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan yang lebih terkonsolidasi, terintegrasi, dan tepat sasaran.

    BACA JUGA :
    BAGAIMANA CARA MENGECEK SERTIFIKAT TANAH DI BPN/ISTILAH LAIN CEK STEPELSERTIFIKAT ?

    Sejumlah program bantuan sosial pemerintah seperti Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, serta bantuan permodalan lain seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), Membina Keluarga Sejahtera (Mekaar), Bank Wakaf Mikro, Dana Desa, hingga Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) harus sampai ke mereka.

    Ini Di Kutip Dari Akun Facebook PRESIDEN JOKO WIDODO

    Photo By Facebook Presiden Joko widodo

    Selain Itu Juga Dalam Akun Facebook Nya, Menyampaikan Tentang Virus Corona Yang Mempengaruhi Perekonomian Dunai Termasuk Indonesia.
     Berikut Yang Di Sampaikan Beliau Dalam Akun Facebook Presiden Joko widodo



    "  Perang dagang belum lagi usai, sekarang muncul virus korona. Inilah yang menambah sulitnya ekonomi dunia. Seluruh negara merasakan dampaknya, tak terkecuali Indonesia.

    Karena itulah, saya meminta
    Kementerian Perdagangan yang menggelar rapat kerja hari ini, untuk fokus pada mitigasi dampak pelemahan ekonomi global di tengah wabah virus korona terhadap pertumbuhan dan stabilitas ekonomi nasional.

    BACA JUGA :
    LURAH GUNUNG IBUL, SUDAH AJUKAN LAHAN P. 56 M X L. 20 M TANAH SEBAGAILAHAN TP2S

    Kita harus tetap fokus bekerja, menjaga optimisme, memanfaatkan peluang, dan mencari jalan keluar dari setiap kendala yang dihadapi.

    Di tengah situasi seperti ini, kita perlu  adanya relaksasi bagi kebijakan impor bahan baku untuk kebutuhan industri. Selain untuk meminimalkan dampak ekonomi dari penyebaran wabah korona bagi sektor industri, juga untuk menjaga agar barang-barang kebutuhan konsumsi masyarakat tetap tersedia dengan harga yang stabil. "




    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    KRIMINAL

    +