• Jelajahi

    Copyright © KABARPATROLI.ID - Media Berita Online Terpercaya
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oknum Kontraktor, Usir Wartawan Saat Hendak Meliput Jln. Jend.SudirmanPrabumulih.

    Riyan Hero
    Minggu, 02 Februari 2020, 3:24:00 PM WIB Last Updated 2020-03-06T17:25:20Z

    Prabumulih, Kabarpatroli.id - Keberadaan tim BPK dari Provinsi Sumsel dengan di dampingi petugas dari dinas PU kota Prabumulih pada Kamis siang (30/1/20) telah melakukan pemeriksaan terhadap hasil pekerjaan peningkatan jalan Jendral Sudirman yang menggunakan Hotmix (aspal) Anggaran Bantuan Gubernur (Bangub) Sumsel tahun 2019 kurang lebih dua puluh miliar.

    Melihat sedang ada kegiatan pemeriksaan jalan Jendral Sudirman oleh tim BPK dari Provinsi tersebut beberapa awak media yang bertugas di Kota Prabumulih mendekat hendak menanyakan seputar kegiatan tim BPK Sumsel tersebut, namun saat wartawan hendak mendekat iba-tiba datang seorang pria sambil berlari dan berteriak.


    "Oi kamu dari mano, nak ngapoi, sudah pegilah sano, kalu idak kamu dateng be ke kantor, kito selesaike be di kantor," ujar pria yang belakangan diketahui berinisial (IWN), ia mengaku sebagai Direktur perusahaan pelaksana pekerjaan peningkataan jalan Sudirman kota Prabumulih.

    Tindakan arogan pria yang saat itu menggenakan topi berwarna cream dan memakai baju kemeja hitam tangan panjang dan celana jeans hitam ini terus berlanjut. Dirinya tak hanya mengusir wartawan, ia juga menyuruh petugas BPK Provinsi Sumsel dan Dinas PU Prabumulih pergi meninggalkan lokasi. “Sudah pegi, bubar galo,” bentak nya menggelegar.

    Spontan saja petugas BPK Sumsel dan Dinas PU Kota Prabumulih langsung pergi menjauh meninggalkan wartawan, setelah dibentak oleh pria bertopi cream tersebut.

    Menindak lanjuti permasalah tersebut Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Firdaus Komar mengecam keras tindakan pelarangan peliputan yang dilakukan oleh oknum diduga Direktur perusahaan pelaksana pekerjaan peningkataan jalan Sudirman kota Prabumulih.

    Picture By Kabar Patroli ID



    “Kita sangat menyesalkan kejadian itu masih adanya tindakan yang menghalang-halangi dan bahkan mengusir wartawan saat mau peliputan, ini jelas melanggar UU Pers dan ini akan kami tindaklanjuti agar tidak terus terjadi hal seperti ini,” tegas Firdaus Komar.

    Tindakan menghalangi kegiatan jurnalistik jelas diatur di dalam UU Pers No 40 Tahun 1999 pada Pasal 18 Ayat (1) yang menyebutkan, bahwa setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah).

    “Sangat jelas bahwa wartawan dalam melaksanakan tugasnya dilindungi UU Pers No 40 Tahun 1999,” sebut Firdaus, seraya menyatakan pihaknya akan membentuk tim terkait kejadian tersebut."tegasnya.(*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    KRIMINAL

    +