• Jelajahi

    Copyright © KABARPATROLI.ID - Media Berita Online Terpercaya
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Ancaman Hukum Pengancam Jokowi

    Riyan Hero
    Selasa, 14 Mei 2019, 5:05:00 PM WIB Last Updated 2020-05-20T03:16:55Z
    KABARPATROLI.ID - Di Kutip Dari OPINI.ID Kala Itu Ada Ratusan massa berunjuk rasa di depan kantor Bawaslu tepatnya di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Mereka semua satu suara, yaitu meminta Bawaslu untuk mengawal BPN yang melaporkan dugaan kecurangan Pilpres 2019.

    Dua jam bersuara, akhirnya demo pun selesai dan  bubar. Hanya saja, beberapa jam setelah beredar sebuah video yang memperlihatkan seorang wanita sedang berdemo di depan Kantor Bawaslu pada Jumat 10 Mei 2019.

    Tidak berapa lama, muncul sosok pria berkata,”Penggal kepala Jokowi,” di video tersebut. Pada video berdurasi 1 menit 34 detik, pria berjaket cokelat dan berkopiah menyerukan supaya memenggal kepala Presiden Jokowi.







    Relawan Jokowi pun langsung melaporkan soal video tersebut ke polisi. Ketua Umum Relawan Jokowi, Mania Immanuel Ebenezer melaporkan pria yang viral lewat video ingin memenggal kepala Presiden RI ke Polda Metro Jaya. Pemuda berinisial HS itu ditangkap di Parung, Bogor, Jawa Barat. Tak ada perlawanan kala itu.

    Bahkan pria tersebut mengakui kesalahannya saat dijemput oleh aparat kepolisian. Dalam video penangkapan berdurasi 59 detik yang diunggah di akun Instagram @jacklyn_choppers, Minggu (12/5/2019).







    Polisi pun sempat memperlihatkan surat perintah sebelum membawa HS. “Saya dari Polda Metro Jaya, Jatrantas. Ada surat perintah tugas.” Kata seorang polisi dalam video. Dengan pasrah, pria muda itu pun mengakui kesalahannya.

    “Kalau yang kemarin itu jelas memang menurut saya, di situ saya memang emosional. Memang saya akui salah," ujar HS.

    Mendengar itu, penyidik meminta HS memberikan penjelasan lebih lanjut di kantor kepolisian. "Begini, ini kan hanya klarifikasi dulu, sampean ikut," jawab polisi.

    Kini HS pun dijerat dengan Pasal Makar.Selain Pasal Makar, HS juga dijerat Pasal 27 Pasal 27 ayat 4 junto Pasal 45 ayat 1 UU No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

    Adapun Pasal 104 KUHP berbunyi, "Makar dengan maksud untuk membunuh, atau merampas kemerdekaan, atau meniadakan kemampuan Presiden atau Wakil Presiden memerintah, diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara sementara paling lama dua puluh tahun."

    Sementara Pasal 27 ayat 4 UU ITE berbunyi, "Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan pemerasan dan/atau pengancaman."

    Dan Pasal 45 ayat 1 berbunyi, "Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)."

    Namun, menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono. Pria berinisial HS yang mengancam akan memenggal kepala Jokowi tersebut terancam hukuman mati, waduh.” Dijerat pasal 104 KUHP ya. Ancaman maksimal hukuman mati atau penjara 20 tahun," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, dalam keterangannya, Minggu (12/5).

    Sementara itu, pihak pemerintah juga sedang mengatasi maraknya berita-berita di media sosial yang hanya membakar emosi.

    Sumber: Opini.id
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    KRIMINAL

    +