• Jelajahi

    Copyright © Kabarpatroli.id - Media Berita Online Terpercaya
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Di Saat Pembalut Jadi Penyejuk.

    Riyan Hero
    Jumat, 09 November 2018, 5:49:00 PM WIB Last Updated 2020-11-04T07:04:25Z

    Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah (BNNP Jateng) menemukan tren perilaku menyimpang anak-anak dan remaja yang menggunakan rebusan air pembalut bekas dan baru untuk nge-fly.


    Rebusan air pembalut ini dijadikan pengganti narkoba jenis sabu yang sulit didapatkan serta lem dan pil koplo yang semakin mahal.

    Gaya baru mabuk ini tak cuma terlihat menjijikan tapi juga punya bahaya kesehatan. Selain kotor, rebusan air pembalut bekas itu amat berpotensi menularkan berbagai macam penyakit.

    Profesor dari RSIA Brawijaya dan UI Ali Baziad mengungkapkan bahwa bahaya minum air rebusan pembalut tersebut akan berdampak pada kesehatan jika pembalut mengandung berbagai bahan kimia yang berbahaya.

    "Bila terminu trgantung bahan atau zat apa yang ada di pembalut. Kalau ada bahan kimiawi pasti berdampak, bisa iritasi lambung dan mual. Kalau pembalutnya bekas maka ada banyak kuman dan risikonya infeksi berat," ungkapnya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (8/11).

    Hanya saja, Ali mengungkapkan bahwa dia tak tahu bahan apa saja yang terkandung di dalam pembalut.

    Senada dengan Ali, dokter Dokter spesialis kandungan dan reproduksi wanita Budi Wiweko mengungkapkan bahwa dia juga tak tahu apa kandungan bahan kimia di dalam pembalut.

    "Saya nggak tahu kandungan di pembalut itu apa, belum pernah meneliti, tapi dilihat dari ada darahnya itu bahaya sekali," kata Dokter spesialis kandungan dan reproduksi wanita Budi Wiweko kepada CNNIndonesia.com, Kamis (8/11).
    Hasil penelusuran BNNP Jateng menemukan para remaja yang mengkonsumsi air rebusan pembalut ini mendapatkan pembalut bekas di tempat-tempat pembuangan sampah. Namun, karena pertimbangan kebersihan dan higienis, beberapa sudah beralih menggunakan pembalut baru. 

    "Kebanyakan mereka itu anak-anak dan remaja jalanan yang biasa ngelem, ngomix dan ngoplo. Karena sekarang sabu mahal dan susah, lem pun juga harganya naik, dan pil koplo juga naik, mereka ini beralih ke pembalut. Awalnya pembalut bekas yang di tempat sampah, tapi sekarang ke yang baru karena bersih," kata Suprinarto.

    BNNP Jateng kini masih mendalami kasus penyimpangan nge-fly dengan mengonsumsi air rebusan pembalut ini. 
    ================================
    Yang Jadi Pertanyaan, Siapa Pencetus Ide Gila Minum Rebusan Softek Ini?
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    KRIMINAL

    +